
Begitu banyak hal yang terjadi saat itu, segala bentuk ungkapan diwujudkan untuk coba menumbuhkan rasa sayang diantara dua manusia yang sedang dihadapkan sebuah kisah cinta.
Begitu cepat kejadian itu berlangsung, entah siapa yang lebih dulu mengutarakannya, tapi mereka tidak peduli akan hal itu. Kecocokan terjadi diantara mereka, walaupun umur dan background yang jauh berbeda, mereka tetap coba bergandengan bersama.
Mungkin beberapa kegiatan yang mempersatukan mereka, kesamaan akan hal yang sedikit 'dark' atau memang belum terang karena belum dilegalkan di NKRI, atau memang hal ilegal itu dilandaskan pada suatu rasa kerinduan akan sebuah arti kasih sayang?
Bergumul didalam suasana yang indah penuh dengan harapan seakan memang dirinya adalah orang yang tepat yang dikaruniakan ke bumi ini.
Berpengharapan itu wajar, namun mereka tidak pernah akan tau kedepannya apa yang akan mereka dapatkan, akankah pengharapan itu menjadi kenyataan, ataukah pengharapan itu termakan oleh kerasnya doktrin yang telah terpupuk sejak kecil.
Dalam tenggang waktu yang cukup lama pengharapan itu diuji, dicobai, bahkan dianiaya oleh kerasnya kehidupan sekitar, mereka tetap bergandengan, tetap berjalan, tetap bersama disaat saat yang menyenangkan penuh godaan, mereka tetap berbagi kasih hadirkan babak baru dalam sebuah kehidupan.
Ketika semua indah, ketika semua itu semakin bercahaya, ketika semua itu penuh dengan sukacita, ombak keras menerpa, meruntuhkan pilar harapan mereka, keterbatas diantara mereka terjadi, perpisahan yang cukup lama diantara mereka hampir bisa mengatasi keterbatasan itu, mereka tetap bercumbu sebagai dua insan yang begitu saling mengasihi.
Pilar yang runtuh coba dibangun, begitu keras mereka mencoba kembali menyamakan persepsi, mencoba memberikan yang terbaik untuk satu sama lain, mereka berusaha merengut kembali impian mereka, walau tidak dapat dipungkiri telah terjadi perbedaan sejak ombak menghantam pengharapan mereka.
Waktu berjalan, rasa takut kehilangan satu sama lain dipenuhi dengan usaha untuk dapat memperoleh kemandirian bagi masing-masing pribadi, saat kepercayaan coba diuji, saat pengharapan coba dipertaruhkan untuk mengejar mimpi yang hampir tergapai.
Kemandirian itu diperoleh, disertai dengan kembalinya doktrin2 dahsyat yang hadir ditiap harinya. Walaupun mereka bertemu disatu saat yang sudah mereka tentukan, tapi pertemuan itu hanya untuk melampiaskan kebutuhan biologis yang sudah merasuk kedalam masing2 mereka, keterpisahaan itu juga hadir disana. Rasa itu telah memudar, tidak ada eksperesi yang terlihat, hanya pandangan kosong yang menghantui saat itu, rasa kehilangan itu kian bergetar dalam hati mereka, kehilangan akan arti sebuah pertemuan intim diantara mereka.
Hari demi hari bertambah-tambah ruang kosong diantara mereka, keterikatan itu mulai kendor, kebersamaan itu mulai goyah.
Kerutan yang begitu dalam tak bersimpul hadir dalam raut wajah sang hawa, mungkinkah permasalahan yang ada akan terlewati, ataukah harus lari dari semuanya.
Ntah apa yang merasuk dalam jiwa masing-masing, keputusan itu telah bulat, perpisahan merupakan jalan yang terbaik buat mereka, tanpa perlu ada yang disesali, tanpa perlu ada yang ditangisi, tanpa perlu ada argumentasi mempertahankan semuanya, its just over'
Kadang terbesit bayangan saat mereka berdua, terpancar dari setiap cendramata yang mewakili perasaan mereka saat menyayangi, saat dimana semua itu terlihat indah dan penuh cinta.
Tak akan ada hal yang mampu mengembalikan semua itu, tidak juga sang Hawa, tidak juga sang Adam, karena mereka tau kalau mereka digariskan hanya untuk sesaat berbagi bukan untuk selamanya dipersatukan
Sang Hawa pun memiliki kehidupan baru, mencoba memenangkan perseteruan itu dengan menemukan adam yang lain, adam yang segambar dengan Adam sebelumnya namun punya perbedaan yang sangat jauh, perbedaan itu yang mengantarkan kepada Kehidupan yang kekal, perbedaan yang mungkin terjadi karena kekosongan batin sang adam lain itu serta jaminan yang diberikan sang Hawa bersama keluarganya yang mampu mengalahkan kecintaan adam lain itu kepada satu Kuasa yang besar. Selamat untuk sang adam lain karena menerima cinta barunya itu.
Begitu berat untuk dapat melewati waktu yang berjalan, begitu sulit untuk dapat menghilangkan setiap rasa dan kebiasaan bersama. Tapi semua itu teratasi karena keyakinan yang teguh dan kasih dari Dia yang tidak pernah berakhir sampai selamanya.
Begitu cepat kejadian itu berlangsung, entah siapa yang lebih dulu mengutarakannya, tapi mereka tidak peduli akan hal itu. Kecocokan terjadi diantara mereka, walaupun umur dan background yang jauh berbeda, mereka tetap coba bergandengan bersama.
Mungkin beberapa kegiatan yang mempersatukan mereka, kesamaan akan hal yang sedikit 'dark' atau memang belum terang karena belum dilegalkan di NKRI, atau memang hal ilegal itu dilandaskan pada suatu rasa kerinduan akan sebuah arti kasih sayang?
Bergumul didalam suasana yang indah penuh dengan harapan seakan memang dirinya adalah orang yang tepat yang dikaruniakan ke bumi ini.
Berpengharapan itu wajar, namun mereka tidak pernah akan tau kedepannya apa yang akan mereka dapatkan, akankah pengharapan itu menjadi kenyataan, ataukah pengharapan itu termakan oleh kerasnya doktrin yang telah terpupuk sejak kecil.
Dalam tenggang waktu yang cukup lama pengharapan itu diuji, dicobai, bahkan dianiaya oleh kerasnya kehidupan sekitar, mereka tetap bergandengan, tetap berjalan, tetap bersama disaat saat yang menyenangkan penuh godaan, mereka tetap berbagi kasih hadirkan babak baru dalam sebuah kehidupan.
Ketika semua indah, ketika semua itu semakin bercahaya, ketika semua itu penuh dengan sukacita, ombak keras menerpa, meruntuhkan pilar harapan mereka, keterbatas diantara mereka terjadi, perpisahan yang cukup lama diantara mereka hampir bisa mengatasi keterbatasan itu, mereka tetap bercumbu sebagai dua insan yang begitu saling mengasihi.
Pilar yang runtuh coba dibangun, begitu keras mereka mencoba kembali menyamakan persepsi, mencoba memberikan yang terbaik untuk satu sama lain, mereka berusaha merengut kembali impian mereka, walau tidak dapat dipungkiri telah terjadi perbedaan sejak ombak menghantam pengharapan mereka.
Waktu berjalan, rasa takut kehilangan satu sama lain dipenuhi dengan usaha untuk dapat memperoleh kemandirian bagi masing-masing pribadi, saat kepercayaan coba diuji, saat pengharapan coba dipertaruhkan untuk mengejar mimpi yang hampir tergapai.
Kemandirian itu diperoleh, disertai dengan kembalinya doktrin2 dahsyat yang hadir ditiap harinya. Walaupun mereka bertemu disatu saat yang sudah mereka tentukan, tapi pertemuan itu hanya untuk melampiaskan kebutuhan biologis yang sudah merasuk kedalam masing2 mereka, keterpisahaan itu juga hadir disana. Rasa itu telah memudar, tidak ada eksperesi yang terlihat, hanya pandangan kosong yang menghantui saat itu, rasa kehilangan itu kian bergetar dalam hati mereka, kehilangan akan arti sebuah pertemuan intim diantara mereka.
Hari demi hari bertambah-tambah ruang kosong diantara mereka, keterikatan itu mulai kendor, kebersamaan itu mulai goyah.
Kerutan yang begitu dalam tak bersimpul hadir dalam raut wajah sang hawa, mungkinkah permasalahan yang ada akan terlewati, ataukah harus lari dari semuanya.
Ntah apa yang merasuk dalam jiwa masing-masing, keputusan itu telah bulat, perpisahan merupakan jalan yang terbaik buat mereka, tanpa perlu ada yang disesali, tanpa perlu ada yang ditangisi, tanpa perlu ada argumentasi mempertahankan semuanya, its just over'
Kadang terbesit bayangan saat mereka berdua, terpancar dari setiap cendramata yang mewakili perasaan mereka saat menyayangi, saat dimana semua itu terlihat indah dan penuh cinta.
Tak akan ada hal yang mampu mengembalikan semua itu, tidak juga sang Hawa, tidak juga sang Adam, karena mereka tau kalau mereka digariskan hanya untuk sesaat berbagi bukan untuk selamanya dipersatukan
Sang Hawa pun memiliki kehidupan baru, mencoba memenangkan perseteruan itu dengan menemukan adam yang lain, adam yang segambar dengan Adam sebelumnya namun punya perbedaan yang sangat jauh, perbedaan itu yang mengantarkan kepada Kehidupan yang kekal, perbedaan yang mungkin terjadi karena kekosongan batin sang adam lain itu serta jaminan yang diberikan sang Hawa bersama keluarganya yang mampu mengalahkan kecintaan adam lain itu kepada satu Kuasa yang besar. Selamat untuk sang adam lain karena menerima cinta barunya itu.
Begitu berat untuk dapat melewati waktu yang berjalan, begitu sulit untuk dapat menghilangkan setiap rasa dan kebiasaan bersama. Tapi semua itu teratasi karena keyakinan yang teguh dan kasih dari Dia yang tidak pernah berakhir sampai selamanya.
